Sejarah Lam Asan



Gampong Lam Asan awalnya adalah sebuah hutan belukar yang banyak terdapat Sumber Daya Alam yang dapat dimanfaatkan seperti : rumpun bambu, bambu masak, pohon buah-buahan, sehingga ada beberapa nenek moyang gampong yang memulai membuka lahan di gampong Lam Asan. Namun sebelum sebutan Gampoeng Lam Asan dibakukan sebagai nama Gampong, gampong Lam Asan memiliki 2 nama, yaitu Meunasah Manyang dan Meunasah Lhok. Pemberian nama Meunasah Manyang dan Meunasah Lhok di karenakan letak geografis Gampong terdapat perbedaan, letak daerah tinggi dan rendah, pusat pemerintahan Gampong dulunya berada di Meunasah Lhok, karna Balai Pengajian dulunya berada di Meunasah Lhok.

Pada masa penjajahan jepang Gampong Lam Asan pernah dikosongkan karena masyarakat harus mengungsi ke Gunung (gunung Blang Bintang sekarang) karena ada isu bahwa jepang akan masuk ke Gampong, namun setelah beberapa bulan di Gunung mereka sepakat untuk kembali lagi ke Gampong untuk membangun dan mempertahankan kembali Gampong. Tahun demi tahun berjalan, proses kehidupan sudah mulai berkembang, pembangunan sudah mulai ada, seperti perumahan, tempat ibadah, balai pertemuan, dan areal bercocok tanam seperti sawah dan kebun telah ada, setelah jepang tidak lagi menjajah Aceh dan diproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 barulah masyarakat sudah hidup aman, tentram dan sudah mulai mensejahtrakan keluarga dan masyarakat Gampong mereka.

Nama Gampoeng Lam Asan berasal dari adanya sebuah pohon asan yang tepat berada di tengah-tengah perkampungan. Dari sinilah mayarakat sepekat untuk merubah nama Gampong, yang dulunya Meunsah Lhok dan Meunasah Manyang hingga digabungkan menjadi Gampong Lam Asan.





Lam Asan

Alamat
Jl. Lam Asan. Kuta baro, Aceh Besar, 233772
Phone
Telp. 0651 - 7554635, Fax. 0651 - 7554636
Email
[email protected]
Website
lamasan.sigapaceh.id

Kontak Kami

Silahkan Kirim Tanggapan Anda Mengenai Website ini atau Sistem Kami Saat Ini.

Total Pengunjung

30.372